2
Raja-raja 7
Tema: "Kedaulatan Allah:
Ia Sanggup Mengubah Krisis Kelaparan Menjadi Kelimpahan dalam Sekejap."
Nas Pembimbing: 2 Raja-raja 7:1–20
Ayat Emas:
"Beginilah firman TUHAN:
Besok kira-kira waktu ini sesukat tepung yang terbaik akan berharga satu syikal
dan dua sukat jelai akan berharga satu syikal di pintu gerbang Samaria." (2 Raja-raja 7:1)
Pendahuluan
Saudara-saudari yang dikasihi Tuhan,
Ada satu kenyataan hidup yang sering membuat manusia putus
asa: krisis.
Krisis ekonomi.
Krisis keluarga.
Krisis kesehatan.
Krisis pelayanan.
Krisis iman.
Krisis selalu membuat kita merasa seolah-olah Tuhan
terlambat.
Demikian juga yang dialami Samaria.
Kota itu dikepung tentara Aram.
Tidak ada makanan.
Harga makanan melambung.
Orang menjual kepala keledai dengan harga yang sangat mahal.
Bahkan pada pasal sebelumnya, ibu-ibu sampai memakan anak
mereka sendiri.
Ini bukan sekadar krisis ekonomi.
Ini krisis kemanusiaan.
Tetapi justru ketika keadaan mencapai titik paling gelap,
Allah berkata,
"Besok..."
Satu kata yang mengubah sejarah.
Manusia berkata, "Tidak mungkin."
Allah berkata, "Besok."
Karena Allah tidak pernah membutuhkan waktu lama untuk
melakukan apa yang telah Ia tetapkan.
ILUSTRASI
Seorang petani menanam benih selama berbulan-bulan tanpa
melihat hasil.
Tetapi ketika musim panen tiba, ladang yang kosong berubah
menjadi lautan gandum hanya dalam beberapa hari.
Demikian pula Allah.
Kadang Ia mempersiapkan sesuatu dalam diam.
Tetapi ketika waktunya tiba, perubahan terjadi sangat cepat.
Apa yang bertahun-tahun tidak berubah dapat diubahkan Tuhan
dalam sekejap.
Kebenaran
Pertama
I.
ALLAH BERDAULAT ATAS KRISIS, BUKAN KRISIS YANG BERDAULAT ATAS ALLAH
(ayat 1-2)
Elisa berdiri di tengah kota yang sedang sekarat.
Tidak ada tanda kemenangan.
Tidak ada bantuan.
Tidak ada logistik.
Tetapi ia berkata,
"Beginilah firman TUHAN..."
Iman selalu dimulai dengan Firman.
Perwira raja menjawab,
"Sekalipun TUHAN membuat tingkap-tingkap di
langit..."
Artinya,
"Itu mustahil."
Bukankah suara seperti ini masih terdengar hari ini?
"Tidak mungkin ekonomi pulih."
"Tidak mungkin rumah tangga ini diselamatkan."
"Tidak mungkin anak itu berubah."
"Tidak mungkin gereja bertumbuh."
Tetapi Alkitab mengajarkan:
Krisis tidak pernah lebih
besar daripada Allah.
Bagi manusia, krisis adalah jalan buntu.
Bagi Allah, krisis adalah panggung untuk menyatakan
kemuliaan-Nya.
Mazmur 46:2 berkata,
"Allah itu bagi kita tempat perlindungan dan
kekuatan."
Allah tidak menjadi kecil karena masalah kita menjadi besar.
Justru semakin besar masalah, semakin nyata kuasa-Nya.
Aplikasi
Jangan ukur kuasa Tuhan dari besarnya persoalan.
Ukurlah persoalan dari kebesaran Tuhan.
II.
FIRMAN ALLAH SELALU MENDATANGI HARAPAN DI TENGAH KEPUTUSASAAN
(ayat 1)
Elisa tidak memberikan motivasi.
Ia menyampaikan Firman.
Firman Tuhan berkata,
"Besok."
Firman mendahului mukjizat.
Mukjizat selalu mengikuti Firman.
Sering kita ingin mukjizat dahulu baru percaya.
Tetapi Allah berkata,
Percayalah dahulu.
Lalu engkau melihat kemuliaan-Ku.
Yesaya 55 mengatakan,
Firman tidak pernah kembali dengan sia-sia.
Apa yang keluar dari mulut Tuhan pasti terjadi.
Hari ini mungkin keadaan Saudara belum berubah.
Tetapi jika Firman Tuhan sudah berbicara,
masa depan Saudara sudah berada dalam tangan-Nya.
Ilustrasi
Ketika matahari belum terbit,
langit masih gelap.
Namun begitu fajar muncul,
gelap segera lenyap.
Firman Tuhan adalah fajar bagi hidup kita.
III.
ALLAH SERING MEMAKAI ORANG YANG DIANGGAP TIDAK BERARTI
(ayat 3-8)
Empat orang kusta.
Mereka:
ditolak masyarakat,
tidak punya masa depan,
tidak dihormati.
Namun justru mereka dipakai Tuhan.
Mengapa?
Supaya semua orang tahu,
kemuliaan hanya milik Allah.
Allah membuat tentara Aram mendengar suara kereta perang.
Padahal tidak ada tentara.
Tidak ada senjata.
Tidak ada peperangan.
Allah berperang sendirian.
Saudara,
Allah tidak membutuhkan manusia hebat.
Allah mencari manusia yang bersedia.
Musa gagap.
Daud gembala.
Petrus nelayan.
Paulus penganiaya.
Empat orang kusta...
tetapi semuanya dipakai Tuhan.
Aplikasi
Jangan berkata,
"Saya orang biasa."
Justru orang biasa yang dipenuhi Tuhan dapat melakukan
perkara luar biasa.
IV.
BERKAT TUHAN HARUS MENJADI KABAR BAIK BAGI ORANG LAIN
(ayat 9-15)
Awalnya mereka menikmati semuanya sendiri.
Makan.
Minum.
Mengumpulkan emas.
Menyembunyikan harta.
Tetapi kemudian mereka berkata,
"Hari ini adalah hari kabar baik."
Kalimat ini sangat indah.
Mereka sadar,
berkat bukan untuk disimpan.
Berkat adalah untuk dibagikan.
Bukankah gereja juga demikian?
Kita telah menerima Injil.
Kita menerima keselamatan.
Kita menerima pengampunan.
Apakah semuanya hanya untuk kita?
Tidak.
Gereja dipanggil menjadi pembawa kabar baik.
Kalau empat orang kusta saja merasa bersalah menyimpan makanan,
mengapa gereja kadang diam menyimpan Injil?
V.
KETIDAKPERCAYAAN MEMBUAT ORANG MELIHAT BERKAT TANPA MENIKMATINYA
(ayat 16-20)
Perwira itu melihat semuanya terjadi.
Harga turun.
Makanan melimpah.
Firman Tuhan digenapi.
Tetapi ia mati diinjak-injak.
Mengapa?
Karena ia tidak percaya.
Iman bukan sekadar melihat mukjizat.
Iman adalah mempercayai Tuhan sebelum mukjizat terjadi.
Banyak orang hadir di gereja.
Mereka melihat Tuhan bekerja.
Tetapi tidak mengalami-Nya.
Mengapa?
Karena hati masih dipenuhi keraguan.
Ibrani 11:6 berkata,
"Tanpa iman tidak mungkin orang berkenan kepada
Allah."
APLIKASI
BAGI GEREJA MASA KINI
1. Ketika gereja mengalami
keterbatasan dana
Allah tetap sanggup mencukupi.
2. Ketika keluarga mengalami
krisis
Allah sanggup memulihkan.
3. Ketika pelayanan terasa
mandek
Allah sanggup membuka jalan baru.
4. Ketika bangsa menghadapi
kesulitan
Allah tetap memegang sejarah.
5. Ketika hidup terasa buntu
Firman Tuhan tetap berkata,
"Besok."
Karena Allah selalu mempunyai hari esok bagi orang percaya.
Penutup
Saudara,
Samaria tidak berubah karena strategi perang.
Tidak berubah karena kecerdasan politik.
Tidak berubah karena kekuatan militer.
Samaria berubah karena Allah berfirman.
Hari ini mungkin ada yang datang dengan
"kelaparan" yang berbeda.
Kelaparan ekonomi.
Kelaparan damai.
Kelaparan kasih.
Kelaparan pengharapan.
Kelaparan sukacita.
Firman Tuhan hari ini berkata,
Allah sanggup mengubah
kelaparan menjadi kelimpahan.
Bukan perlahan-lahan saja.
Tetapi bila Ia menghendaki,
dalam sekejap.
Karena tidak ada krisis yang terlalu besar bagi Allah.
Tidak ada pintu yang terlalu tertutup bagi Allah.
Tidak ada keadaan yang terlalu terlambat bagi Allah.
Sebab Allah yang berdaulat tetap memegang kendali atas
sejarah, atas gereja-Nya, atas keluarga kita, dan atas hidup setiap orang yang
percaya kepada-Nya.
Ajakan
Respons
Saudara, mungkin hari ini Anda sedang berada di
"Samaria" kehidupan Anda—terkepung oleh persoalan, kehilangan
harapan, dan merasa tidak ada jalan keluar. Dengarkan firman Tuhan: "Besok..."
Allah masih sanggup melakukan perkara yang melampaui akal manusia.
Mari datang kepada-Nya dengan iman. Tinggalkan keraguan
seperti perwira yang tidak percaya. Milikilah hati seperti Elisa yang berpegang
pada firman, dan seperti empat orang kusta yang berani melangkah dalam iman.
Percayalah, Allah yang sama
masih bekerja hari ini. Ia sanggup mengubah air mata menjadi sukacita,
kekurangan menjadi kecukupan, krisis menjadi kesaksian, dan kelaparan menjadi
kelimpahan—demi kemuliaan nama-Nya. Amin.
Akronim
IMAN dari 2 Raja-raja 7
Tema: "Kedaulatan Allah:
Ia Sanggup Mengubah Krisis Kelaparan Menjadi Kelimpahan dalam Sekejap."
Akronim IMAN dalam 2 Raja-raja 7 menggambarkan
respons yang Allah kehendaki dari umat-Nya ketika menghadapi krisis. Mukjizat
dimulai dengan firman Allah, diwujudkan melalui langkah iman,
menghasilkan anugerah yang melimpah, dan berakhir dengan kesaksian
yang membawa kabar baik.
I —
Iman kepada Firman Allah Mengalahkan Kemustahilan
(2 Raja-raja 7:1–2)
"Beginilah firman TUHAN:
Besok kira-kira waktu ini..."
Elisa tidak berbicara berdasarkan keadaan, tetapi
berdasarkan firman Tuhan. Walaupun secara manusia mustahil, Allah sanggup
menggenapi janji-Nya. Sebaliknya, perwira raja gagal menikmati berkat karena
memilih percaya pada logika daripada firman Allah.
Pelajaran
- Firman
Tuhan lebih tinggi daripada fakta.
- Iman
melihat apa yang Allah janjikan, bukan hanya apa yang mata lihat.
- Ketidakpercayaan
menghalangi seseorang menikmati berkat Allah.
Ayat pendukung: Ibrani 11:1; Yesaya
55:10–11.
M —
Melangkah dalam Iman Membuka Jalan Mukjizat
(2 Raja-raja 7:3–8)
"Mengapa kita tinggal di
sini sampai mati?"
Empat orang kusta mengambil langkah iman. Mereka tidak
mengetahui hasil akhirnya, tetapi mereka memilih bertindak daripada menyerah.
Saat mereka melangkah, Allah telah lebih dahulu bekerja mengacaukan perkemahan
Aram.
Pelajaran
- Allah
menghormati langkah iman yang disertai ketergantungan kepada-Nya.
- Mukjizat
sering dinyatakan ketika umat Tuhan berani melangkah dalam ketaatan.
- Allah
dapat memakai orang yang dianggap lemah untuk melaksanakan rencana-Nya.
Ayat pendukung: Yosua 3:13; Yakobus 2:17.
A —
Anugerah Allah Mengubah Kelaparan Menjadi Kelimpahan
(2 Raja-raja 7:16–20)
"Lalu keluarlah bangsa
itu dan menjarah perkemahan Aram."
Kelimpahan yang dinikmati Samaria bukan hasil usaha mereka,
melainkan anugerah Allah. Dalam satu malam Allah membalikkan keadaan yang
secara manusia tidak mungkin berubah.
Pelajaran
- Allah
sanggup mengubah keadaan dalam waktu yang telah ditetapkan-Nya.
- Berkat
Allah lahir dari kasih karunia, bukan semata-mata kemampuan manusia.
- Tidak
ada krisis yang terlalu besar bagi kedaulatan Allah.
Ayat pendukung: Efesus 3:20; Lukas 1:37.
N —
Nyatakan Kabar Baik, Jangan Menyimpan Berkat
(2 Raja-raja 7:9–11)
"Hari ini adalah hari
kabar baik."
Empat orang kusta menyadari bahwa berkat tidak boleh
dinikmati sendiri. Mereka kembali ke kota untuk memberitakan kabar baik tentang
penyelamatan Allah.
Pelajaran
- Setiap
orang yang menerima anugerah dipanggil menjadi saksi.
- Injil
adalah kabar baik yang harus dibagikan kepada dunia.
- Gereja
dipanggil menjadi pembawa harapan di tengah krisis.
Ayat pendukung: Matius 28:19–20; Roma
10:14–15.
Ringkasan
Akronim IMAN
|
Huruf |
Makna |
Fokus |
|
I |
Iman kepada Firman Allah |
Percaya pada janji Allah, bukan keadaan. |
|
M |
Melangkah dalam Iman |
Taat bertindak dan memberi ruang bagi Allah bekerja. |
|
A |
Anugerah Allah |
Allah mengubah krisis menjadi kelimpahan menurut
waktu-Nya. |
|
N |
Nyatakan Kabar Baik |
Bagikan berkat dan kesaksian tentang karya Allah. |
Kalimat Penutup
IMAN mengajarkan bahwa ketika
kita percaya kepada Firman Allah, berani melangkah dalam iman, mengalami
anugerah-Nya, dan memberitakan kabar baik, kita akan menyaksikan bagaimana
Allah yang berdaulat sanggup mengubah krisis menjadi kelimpahan demi kemuliaan
nama-Nya.
