2 Raja-raja 4
Tema: "Allah yang
Memelihara, Menghidupkan, dan Memberkati Melalui Iman dan Ketaatan."
Nas Utama: 2 Raja-raja 4:1–44
Ayat Emas:
"Sebab beginilah firman
TUHAN: Orang akan makan, bahkan akan ada sisanya." (2 Raja-raja 4:43)
Pendahuluan
Saudara-saudari yang dikasihi Tuhan,
Hidup ini penuh dengan berbagai krisis. Ada krisis ekonomi
seperti janda yang terlilit utang. Ada krisis keluarga seperti perempuan Sunem
yang kehilangan anaknya. Ada krisis kesehatan dan kematian. Ada pula krisis
pangan dan masa depan seperti pada zaman kelaparan.
Mungkin hari ini kita sedang berkata:
"Tuhan, aku tidak tahu
lagi harus berbuat apa."
Namun melalui 2 Raja-raja 4 kita melihat satu benang merah
yang sangat indah:
Allah tidak pernah berubah.
Dia adalah Allah yang:
- memelihara
ketika kita kekurangan,
- menghidupkan
ketika harapan telah mati,
- dan
memberkati ketika kita percaya kepada firman-Nya.
Empat mukjizat Elisa sebenarnya berbicara tentang satu
Pribadi, yaitu Allah yang penuh kasih dan setia.
I.
IMAN MELIHAT APA YANG MASIH ADA, BUKAN APA YANG SUDAH HILANG
(ayat 1–7)
Seorang janda datang menangis.
Ia berkata,
"Penagih utang akan mengambil kedua anakku."
Secara manusia semuanya telah habis.
Suami meninggal.
Uang habis.
Harapan habis.
Masa depan gelap.
Tetapi Elisa bertanya sesuatu yang sangat menarik.
"Apakah yang ada padamu di rumah?"
Bukan:
"Apa yang sudah hilang?"
Melainkan:
"Apa yang masih ada?"
Janda itu menjawab,
"Hanya sebuah buli-buli kecil berisi minyak."
"Hanya..."
Sering kali kita berkata demikian.
"Hanya punya sedikit uang."
"Hanya punya sedikit tenaga."
"Hanya punya sedikit kemampuan."
Tetapi di tangan Allah, yang sedikit menjadi cukup.
Allah tidak membutuhkan sesuatu yang besar.
Allah membutuhkan hati yang percaya.
Lalu Elisa memberi perintah:
- pinjam
bejana
- jangan
sedikit
- tutup
pintu
- tuang
minyak
Perhatikan.
Mukjizat terjadi bukan ketika ia menangis.
Mukjizat terjadi ketika ia taat.
Semakin banyak bejana,
semakin banyak minyak.
Ketika bejana habis,
minyak berhenti.
Aplikasi
Kadang kita berdoa meminta mujizat,
tetapi belum menyediakan "bejana."
Belum menyediakan:
- hati
yang percaya,
- hidup
yang taat,
- langkah
iman.
Allah masih bertanya pagi ini:
"Apa yang masih ada
padamu?"
II.
KETAATAN MEMBUKA JALAN BAGI BERKAT ALLAH
(ayat 8–17)
Perempuan Sunem bukan orang miskin.
Ia kaya.
Tetapi ia mempunyai hati yang murah.
Ia berkata kepada suaminya,
"Mari kita buatkan sebuah kamar kecil bagi nabi."
Ia tidak tahu,
pelayanannya sedang membuka jalan bagi mukjizat.
Ia memberi tempat bagi hamba Tuhan.
Allah memberi tempat bagi mukjizat.
Yang menarik,
ia tidak meminta anak.
Ia bahkan berkata,
"Aku hidup tenteram."
Tetapi Allah mengetahui kerinduan yang tidak pernah
diucapkannya.
Allah melihat air mata yang tidak terlihat.
Allah mendengar doa yang tidak terucapkan.
Setahun kemudian,
anak itu lahir.
Pelajaran
Allah sering memberi lebih daripada yang kita doakan.
Efesus 3:20 berkata,
"Allah sanggup melakukan jauh lebih banyak daripada
yang kita doakan atau pikirkan."
Kadang kita meminta roti.
Allah memberi ladang.
Kita meminta setetes air.
Allah memberi sungai.
Kita meminta pertolongan.
Allah memberi masa depan.
III.
ALLAH MENGHIDUPKAN KEMBALI HARAPAN YANG SUDAH MATI
(ayat 18–37)
Anak itu bertumbuh.
Suatu hari,
ia meninggal.
Bayangkan hati seorang ibu.
Bukankah Tuhan sendiri yang memberi anak itu?
Mengapa sekarang diambil?
Tetapi perempuan Sunem melakukan sesuatu yang luar biasa.
Ia tidak menguburkan anak itu.
Ia membawanya ke kamar nabi.
Artinya,
ia membawa kematiannya kepada Tuhan.
Inilah iman.
Iman bukan menyangkal kenyataan.
Iman membawa kenyataan kepada Allah.
Ketika Elisa datang,
ia berdoa.
Ia membaringkan dirinya di atas anak itu.
Sedikit demi sedikit,
kehidupan kembali.
Anak itu bersin tujuh kali.
Lalu membuka mata.
Apa artinya?
Allah berkuasa atas kematian.
Kristus sebagai Penggenapan
Mukjizat Elisa menunjuk kepada Yesus.
Yesus membangkitkan:
- anak
Yairus
- pemuda
Nain
- Lazarus
Dan akhirnya,
Yesus sendiri bangkit.
Karena itu,
tidak ada situasi yang terlalu mati bagi Tuhan.
Mungkin:
- rumah
tangga terasa mati,
- pelayanan
mati,
- pengharapan
mati,
- iman
mati.
Tetapi Allah sanggup menghidupkan kembali.
IV.
BERKAT ALLAH SELALU MENCUKUPKAN UMAT-NYA
(ayat 38–44)
Negeri sedang kelaparan.
Ada dua peristiwa.
Pertama,
racun di dalam makanan.
Elisa menaburkan tepung.
Makanan menjadi baik.
Kedua,
dua puluh roti.
Harus memberi makan seratus orang.
Pelayan berkata,
"Mana cukup?"
Jawaban Elisa luar biasa.
"Berikanlah."
Mengapa?
Karena Tuhan sudah berfirman.
Firman Tuhan selalu lebih besar daripada perhitungan
manusia.
Seratus orang makan.
Masih ada sisa.
Bukankah ini yang dilakukan Yesus?
Lima roti.
Dua ikan.
Lima ribu orang makan.
Masih ada dua belas bakul sisa.
Aplikasi
Ekonomi dunia boleh sulit.
Harga boleh naik.
Lapangan kerja boleh sempit.
Tetapi Tuhan tidak pernah mengalami resesi.
Gudang berkat-Nya tidak pernah kosong.
Dia tetap Jehovah Jireh.
Benang
Merah Seluruh Pasal
Empat cerita.
Satu Allah.
Janda berkata,
"Aku kekurangan."
Allah berkata,
"Aku memelihara."
Perempuan Sunem berkata,
"Aku kehilangan."
Allah berkata,
"Aku menghidupkan."
Para nabi berkata,
"Ada racun."
Allah berkata,
"Aku menyucikan."
Orang banyak berkata,
"Makanan kurang."
Allah berkata,
"Aku mencukupkan."
Allah selalu mempunyai jawaban bagi setiap krisis.
Aplikasi
bagi Jemaat GMIT Masa Kini
1. Percayalah ketika hidup
terasa kosong.
Jangan melihat keterbatasanmu lebih besar daripada kuasa
Allah.
2. Taatilah Firman meskipun
belum melihat hasilnya.
Mukjizat selalu berjalan bersama ketaatan.
3. Bawalah setiap pergumulan
kepada Tuhan.
Jangan menyerah kepada keputusasaan.
4. Jadilah saluran berkat.
Perempuan Sunem diberkati karena terlebih dahulu menjadi
berkat.
5. Hiduplah dengan iman
kepada Kristus.
Kristus adalah penggenapan seluruh mukjizat dalam pasal ini.
Ia memelihara, menghidupkan, dan memberkati umat-Nya melalui kasih karunia.
Penutup
Saudara-saudari,
Mungkin hari ini ada yang datang seperti janda—beban ekonomi
menyesakkan. Ada yang seperti perempuan Sunem—kehilangan sukacita dan harapan.
Ada yang sedang menghadapi "racun" kehidupan: konflik, dosa, atau
kepahitan. Ada pula yang merasa persediaan hidup hampir habis.
Dengarkanlah kabar baik dari firman Tuhan: Allah yang
bekerja pada zaman Elisa adalah Allah yang sama pada hari ini. Ia tidak
berubah. Ia masih memelihara yang kekurangan, menghidupkan yang mati, dan
memberkati mereka yang percaya serta taat kepada firman-Nya.
Jangan hanya melihat apa yang tidak ada. Lihatlah apa yang
Tuhan masih percayakan kepadamu. Jangan berhenti berharap ketika keadaan tampak
mustahil. Di tangan Allah, sedikit dapat menjadi cukup, yang mati dapat hidup
kembali, dan yang kurang dapat menjadi berkelimpahan.
Datanglah kepada Kristus dengan iman. Serahkan beban, air
mata, keluarga, pekerjaan, dan masa depan kita kepada-Nya. Sebab Dia adalah
Tuhan yang sanggup melakukan jauh lebih banyak daripada yang kita pikirkan atau
doakan.
Amin.
Akronim IMAN dari 2 Raja-raja 4
Akronim IMAN dari 2 Raja-raja
4
Tema: "Allah yang
Memelihara, Menghidupkan, dan Memberkati Melalui Iman dan Ketaatan."
Ayat Kunci: "Sebab beginilah
firman TUHAN: Orang akan makan, bahkan akan ada sisanya." (2 Raja-raja
4:43)
Akronim IMAN merangkum empat mukjizat dalam 2
Raja-raja 4 sebagai respons umat terhadap karya Allah.
I —
Iman kepada Firman Allah Membuka Jalan bagi Mukjizat
(2 Raja-raja 4:1–7)
"Pergilah, mintalah bejana-bejana..." (ay. 3)
Janda itu tidak melihat kelimpahan terlebih dahulu; ia mempercayai
firman Tuhan yang disampaikan Elisa. Mukjizat minyak yang tidak habis
terjadi ketika ia melangkah dalam iman dan ketaatan.
Pelajaran
- Iman
memandang kuasa Allah, bukan besarnya masalah.
- Allah
sering memulai mukjizat dari apa yang masih kita miliki.
- Ketaatan
kepada firman membuka pintu pemeliharaan Allah.
Aplikasi: Jangan meremehkan
"minyak yang sedikit" dalam hidupmu. Serahkan yang ada kepada Tuhan,
dan taatilah firman-Nya.
M —
Mengandalkan Allah yang Menghidupkan Harapan
(2 Raja-raja 4:8–37)
"Ambillah anakmu!" (ay. 36)
Allah bukan hanya memberi seorang anak kepada perempuan
Sunem, tetapi juga membangkitkannya kembali ketika ia mati. Mukjizat ini
menunjukkan bahwa Tuhan sanggup menghidupkan kembali apa yang telah dianggap
mustahil.
Pelajaran
- Allah
setia terhadap janji-Nya.
- Tidak
ada keadaan yang terlalu mati bagi kuasa-Nya.
- Iman
tetap bertahan sekalipun belum melihat jawaban.
Aplikasi: Ketika harapanmu seolah
mati, bawalah semuanya kepada Tuhan, sebab Dia adalah Allah yang memberi hidup.
A —
Anugerah Allah Mencukupi di Tengah Krisis
(2 Raja-raja 4:38–44)
"Berikanlah kepada orang-orang itu, supaya mereka
makan..." (ay. 43)
Di tengah kelaparan, Allah meniadakan racun dalam makanan
dan melipatgandakan roti sehingga semua orang makan dan masih ada sisa.
Pelajaran
- Anugerah
Allah lebih besar daripada kekurangan manusia.
- Pemeliharaan
Allah tidak dibatasi keadaan ekonomi.
- Firman
Tuhan tidak pernah gagal.
Aplikasi: Percayalah bahwa Tuhan
sanggup mencukupi kebutuhan keluarga, pelayanan, dan gereja di tengah masa
sulit.
N —
Nyatakan Ketaatan sebagai Respons Iman
(Seluruh 2 Raja-raja 4)
Keempat kisah dalam pasal ini memiliki satu pola yang sama: firman
Allah → iman → ketaatan → pemeliharaan dan berkat.
- Janda
menaati perintah mengumpulkan bejana.
- Perempuan
Sunem melayani hamba Tuhan dengan tulus.
- Elisa
taat berdoa dan bertindak sesuai pimpinan Tuhan.
- Pelayan
menaati perintah membagikan roti meskipun tampak tidak cukup.
Pelajaran
- Iman
sejati selalu diwujudkan dalam tindakan.
- Ketaatan
sering mendahului mukjizat.
- Allah
memakai orang yang setia untuk menjadi saluran berkat.
Aplikasi: Nyatakan imanmu melalui
langkah-langkah ketaatan setiap hari, meskipun hasilnya belum terlihat.
Ringkasan
Akronim IMAN
I — Iman kepada Firman Allah
Membuka Jalan bagi Mukjizat
(2 Raja-raja 4:1–7)
M — Mengandalkan Allah yang
Menghidupkan Harapan
(2 Raja-raja 4:8–37)
A — Anugerah Allah Mencukupi
di Tengah Krisis
(2 Raja-raja 4:38–44)
N — Nyatakan Ketaatan sebagai
Respons Iman
(Seluruh 2 Raja-raja 4)
Kalimat Penutup Khotbah
"Iman yang percaya
kepada firman Tuhan akan melihat pemeliharaan-Nya; ketika kita
mengandalkan-Nya, kita mengalami kuasa-Nya yang menghidupkan; oleh anugerah-Nya
kita dicukupkan; dan melalui ketaatan, kita menjadi saksi bahwa Allah tetap
memelihara, menghidupkan, dan memberkati umat-Nya."
Tema: Allah yang Memelihara,
Menghidupkan, dan Memberkati Melalui Iman dan Ketaatan Teks: 2 Raja-raja
4 Tujuan: Menolong jemaat melihat bahwa Allah peduli pada kebutuhan umat-Nya,
berkuasa atas kehidupan, dan menuntut iman serta ketaatan penuh.
📌 Pendahuluan (5 menit)
- Ilustrasi:
Seorang ibu yang hanya punya sedikit beras, tetapi tetap percaya Tuhan
akan mencukupkan.
- Pertanyaan
reflektif: Apakah kita percaya Allah sanggup mencukupkan kebutuhan kita,
bahkan dari hal yang kecil?
- Transisi:
Mari kita lihat bagaimana Allah bekerja melalui mukjizat di zaman Elisa.
✨ Pokok Utama (30 menit)
1. Allah Memelihara Umat-Nya
(2 Raja-raja 4:1–7)
- Janda
miskin hampir kehilangan anak-anaknya karena hutang.
- Elisa
memerintahkan untuk mengumpulkan bejana kosong, dan Allah melipatgandakan
minyak.
- Pelajaran:
Allah bekerja dari apa yang ada di tangan kita. 👉 Pemeliharaan Allah
2. Allah Memberkati Orang
yang Menghormati-Nya (2 Raja-raja 4:8–17)
- Perempuan
Sunem menyediakan tempat bagi Elisa.
- Allah
memberinya anak sebagai berkat atas kemurahan hatinya.
- Pelajaran:
Allah tidak pernah berhutang; Ia menghargai kebaikan dan iman. 👉 Kasih Allah bagi yang
lemah
3. Allah Berkuasa atas
Kehidupan dan Kematian (2 Raja-raja 4:18–37)
- Anak
perempuan Sunem mati, tetapi Allah membangkitkannya melalui Elisa.
- Kuasa
Allah melampaui batas manusia, bahkan atas maut.
- Pelajaran:
Allah adalah sumber kehidupan sejati. 👉 Kuasa Allah atas
kehidupan
4. Allah Mencukupkan
Kebutuhan Banyak Orang (2 Raja-raja 4:38–44)
- Murid-murid
nabi kelaparan, tetapi Allah mencukupkan dengan sedikit roti.
- Mukjizat
ini menegaskan bahwa Allah adalah sumber pemeliharaan.
- Pelajaran:
Ketaatan membuka jalan berkat. 👉 Ketaatan membuka
jalan berkat
🎯 Aplikasi Praktis (5 menit)
- Percayalah
bahwa Allah sanggup mencukupkan kebutuhan kita.
- Hormati
Allah dengan hidup yang taat dan murah hati.
- Jangan
takut menghadapi kematian, karena Allah berkuasa atas hidup.
- Bersyukur
atas pemeliharaan Allah setiap hari.
🙏 Penutup (5 menit)
- Ringkasan:
Allah memelihara, memberkati, menghidupkan, dan mencukupkan.
- Ajakan:
Mari hidup dalam iman dan ketaatan penuh kepada Allah.
- Doa:
Memohon agar jemaat selalu bergantung pada Allah dalam segala aspek
kehidupan.
✝️ Akronim IMAN
I – Ingat bahwa Allah
memelihara umat-Nya
- Janda
miskin diselamatkan dari hutang melalui mukjizat minyak.
- Pelajaran:
Allah peduli pada kebutuhan praktis umat-Nya. 👉 Pemeliharaan Allah
M – Mengandalkan kuasa Allah
atas kehidupan
- Anak
perempuan Sunem mati, tetapi Allah membangkitkannya melalui Elisa.
- Pelajaran:
Allah berkuasa atas hidup dan maut. 👉 Kuasa Allah atas
kehidupan
A – Allah memberkati orang
yang taat dan murah hati
- Perempuan
Sunem diberkati dengan anak karena ia menghormati nabi Allah.
- Pelajaran:
Allah menghargai iman dan kebaikan hati. 👉 Kasih Allah bagi
yang lemah
N – Nikmati berkat Allah
melalui ketaatan
- Murid-murid
nabi diberi makan dengan roti yang sedikit, tetapi cukup untuk banyak
orang.
- Pelajaran:
Ketaatan membuka jalan berkat dan pemeliharaan Allah. 👉 Ketaatan membuka
jalan berkat
📊 Ringkasan Akronim IMAN
|
Huruf |
Pesan Utama |
Pelajaran |
|
I |
Ingat Allah memelihara |
Allah peduli pada kebutuhan praktis |
|
M |
Mengandalkan kuasa Allah |
Allah berkuasa atas hidup dan maut |
|
A |
Allah memberkati yang taat |
Allah menghargai iman dan kebaikan |
|
N |
Nikmati berkat Allah |
Ketaatan membuka jalan berkat |
Judul: Allah yang
Memelihara, Menghidupkan, dan Memberkati Melalui Iman dan Ketaatan
Teks: 2 Raja-raja 4:1-44
Durasi: 40 Menit
PEMBUKAAN
- 5 Menit
Shalom!
Coba
jujur, pernahkah kita merasa hidup ini seperti pasal 4 ini?
Kuali kita kosong, anak harapan kita mati, ladang kita gagal panen.
Itulah
Israel di zaman Elisa. Negara kaya, tapi rakyat miskin. Raja ada, tapi tidak
takut Tuhan. Baal disembah, Tuhan dilupakan. Kelaparan di mana-mana.
Dan
di tengah situasi gelap itu, Allah tidak berkhotbah dari istana. Dia bekerja di
rumah janda yang terlilit pinjol, di dapur seorang ibu yang anaknya mati, di
kuali sup para mahasiswa teologi yang keracunan, dan di bekal makan siang yang
tidak cukup.
Hari
ini firman Tuhan mau berkata: Tuhan yang sama masih bekerja dengan cara yang
sama.
Saya
beri judul khotbah ini: Allah yang Memelihara, Menghidupkan, dan Memberkati Melalui Iman
dan Ketaatan.
Ada
3 karya Allah di pasal ini:
I. ALLAH
YANG MEMELIHARA DI TENGAH KEKURANGAN - Ayat 1-7 [10 Menit]
Kita
baca ayat 1. Janda ini bukan orang sembarangan. Ayatnya berkata "istri
dari seorang hamba Tuhan" - suaminya adalah murid nabi, pelayan Elisa.
Artinya keluarga ini adalah keluarga full-timer! Tapi full-time melayani Tuhan
tidak menjamin bebas dari hutang.
Suaminya
mati, meninggalkan hutang. Penagih hutang datang mau ambil 2 anaknya jadi
budak. Menurut hukum saat itu, itu legal. Bayangkan, suami sudah mati, mau
kehilangan anak lagi.
Dia
datang pada Elisa dan Elisa bertanya pertanyaan yang aneh: "Apa yang ada
padamu di rumah?"
Ibu
ini jawab: "Tidak ada apa-apa, kecuali sebuah buli-buli minyak."
Saudara,
seringkali jawaban kita sama: "Tuhan, saya tidak punya apa-apa."
Tidak ada koneksi, tidak ada modal, tidak ada gelar. Tapi Tuhan tidak pernah
minta apa yang tidak ada padamu. Dia tanya apa yang ADA padamu.
Hanya
sebotol kecil minyak urapan. Di dapur orang NTT kita bilang, hanya sisa minyak
di botol Aqua.
Lalu
perintah Elisa lebih aneh lagi:
1.
Pinjam bejana
sebanyak-banyaknya dari tetangga.
2.
Masuk rumah, tutup
pintu.
3.
Tuang.
Ini iman dan ketaatan.
Secara
logika, untuk apa pinjam bejana kosong kalau minyak cuma satu botol kecil?
Malu-maluin tetangga. Tapi janda ini TAAT. Dia tidak berdebat.
Dan
Alkitab berkata: Minyak itu terus mengalir selama masih ada bejana kosong.
Ketika bejana habis, berhentilah minyak itu.
Pelajaran Rohani:
Tuhan
itu Allah yang Memelihara, tapi Dia memelihara melalui iman yang mau melangkah.
Berkat Tuhan tidak terbatas, yang terbatas adalah wadah kita.
Pertanyaan:
Seberapa besar bejana iman yang kita siapkan? Kalau kita hanya siapkan gelas,
Tuhan isi segelas. Kalau kita siapkan gentong, Dia isi segentong.
Banyak
orang Kristen doanya begini: "Tuhan berkati aku secukupnya." Padahal
Tuhan mau tanya: "Berapa bejana kosong yang kau siapkan?"
Minyak
itu baru berhenti ketika tidak ada lagi bejana. Minyak itu gambaran Roh Kudus,
gambaran anugerah. Anugerah Tuhan tidak pernah habis, kitalah yang berhenti
berharap.
Apakah
hari ini ada di antara kita yang merasa seperti janda ini? Usaha sepi, hutang
menumpuk, seperti tidak ada jalan. Tuhan berkata: Masuk kamar, tutup pintu,
berdoa, dan tuang apa yang ada di tanganmu dengan taat. Tuhan yang akan
melipatgandakannya.
Anak-anaknya
jual minyak itu, hutang lunas, dan hidup dari lebihnya. Tuhan tidak hanya
melunasi hutang, Dia memberi modal hidup. Itulah Allah yang memelihara.
II.
ALLAH YANG MENGHIDUPKAN DI TENGAH KEMATIAN - Ayat 8-37 [15 Menit]
Ini
adalah kisah terpanjang dan inti dari pasal 4.
Ada
seorang perempuan kaya di Sunem. Alkitab sebut ishah gedolah - perempuan besar, terpandang. Dia tidak miskin
seperti janda tadi. Dia berkecukupan.
Tapi
dia punya kepekaan rohani. Setiap kali Elisa lewat, dia paksa Elisa mampir
makan. Lalu dia bilang ke suaminya: "Aku tahu dia abdi Allah yang kudus.
Mari kita buatkan kamar kecil di atas."
Dia
bangunkan aliyyat qir - kamar loteng. Isinya sederhana tapi lengkap:
tempat tidur, meja, kursi, pelita. Saudara, ini adalah Air BnB pertama untuk hamba
Tuhan! Dia melayani tanpa pamrih, tidak minta apa-apa.
Orang
yang memberi tanpa pamrih, Tuhan yang akan perhatikan kebutuhannya yang tidak
terucap.
Gehazi
berkata: Dia tidak punya anak, suaminya sudah tua. Elisa bernubuat: Tahun depan
kau akan menggendong anak.
Responnya:
"Jangan berdusta, tuanku!" Bukan karena tidak percaya, tapi karena
luka. Mungkin dia sudah lama menanggung aib sebagai perempuan mandul di budaya
Yahudi. Dia takut berharap lagi.
Tapi
Tuhan tetap beri. Anak itu lahir!
Kita
pikir cerita selesai happy ending. Tidak. Beberapa tahun kemudian, anak itu
sedang di ladang dengan ayahnya, tiba-tiba berteriak "Aduh kepalaku!"
Beberapa jam kemudian, mati di pangkuan ibunya.
Saudara,
ini titik terendah iman. Hadiah yang Tuhan beri, Tuhan ambil kembali? Kalau
kita jadi perempuan itu, kita akan marah. "Tuhan jahat! Buat apa diberi
kalau diambil?"
Tapi
lihat respon perempuan ini. Ini luar biasa.
Dia
tidak menangis histeris. Dia tidak panggil tetangga. Dia bawa anaknya naik ke
kamar Elisa, ditaruh di tempat tidur Elisa, lalu dia tutup pintu.
Dia
panggil suaminya: "Suruh seorang bujang, aku mau ke abdi Allah."
Suaminya bingung: "Hari ini bukan bulan baru, bukan Sabat, kenapa?"
Dia jawab satu kata yang menjadi kunci khotbah ini: SHALOM. Selamat. Beres. Damai.
Dia
pergi ke Gunung Karmel, 25 kilometer! Zaman itu naik keledai, jalan
berbatu-batu. Sepanjang jalan Gehazi tanya: "Selamatkah engkau? Selamatkah
suamimu? Selamatkah anakmu?" Jawabnya tetap: "Selamat!"
Padahal
anaknya mati! Kenapa dia bilang selamat? Karena imannya berkata: Selama aku
belum bertemu Allah, aku belum mau menyimpulkan. Keadaanku mungkin tidak
selamat, tapi Tuhanku tetap Shalom.
Inilah Iman dan Ketaatan yang
tingkat dua. Kalau
janda tadi taat untuk meminjam bejana, perempuan ini taat untuk tetap percaya
di tengah kematian.
Gehazi
dengan tongkat Elisa gagal. Tongkat tidak bisa menggantikan hadirat Tuhan. Lalu
Elisa datang sendiri. Dia berdoa dulu. Lalu dia merebahkan diri di atas anak
itu. Mulutnya ke mulut anak itu, matanya ke mata anak itu, tangannya ke tangan
anak itu. Tubuh nabi yang hangat menyentuh tubuh anak yang dingin.
Ini
gambaran Kristus! Yesus Kristus merebahkan diri-Nya di atas kematian kita. Dia
yang kudus menyentuh kita yang berdosa dan dingin karena maut, supaya
kehangatan hidup-Nya mengalir kepada kita.
Anak
itu bersin 7 kali - angka sempurna - lalu membuka matanya. Hidup kembali!
Aplikasi:
Hari
ini mungkin ada yang mengalami "kematian" - kematian pengharapan,
kematian rumah tangga, kematian cita-cita anak. Tuhan izinkan "anak"
itu mati di pangkuanmu supaya kamu membawanya naik ke "kamar atas" -
ke hadirat Tuhan, bukan ke gosip tetangga.
Allah
kita adalah Allah yang Menghidupkan. Dia yang menutup rahim bisa membukanya,
Dia yang membiarkan mati bisa membangkitkan kembali. Jangan kubur anakmu
sebelum kamu bawa kepada Elisa yang sejati, yaitu Yesus Kristus.
III.
ALLAH YANG MEMBERKATI DI TENGAH KETERBATASAN - Ayat 38-44 [8 Menit]
Dua
kisah terakhir ini singkat tapi dahsyat, dan keduanya terjadi saat kelaparan.
Kisah Sup Beracun - Ayat 38-41:
Rombongan nabi lapar. Seorang murid cari sayur, tapi karena tidak kenal, dia
petik buah beracun - colocynth, labu liar yang pahit mematikan. Dimasak, semua
makan, baru sadar: "Maut di dalam kuali!"
Kadang
dalam pelayanan, dalam gereja, kita juga tanpa sadar memasukkan racun:
kepahitan, gosip, ajaran yang salah, motivasi cari untung. Semua terlihat
seperti sayur, tapi beracun.
Apa
solusi Elisa? Dia tidak buang kuali itu. Dia minta tepung. Tepung dalam Alkitab
adalah lambang firman yang murni, lambang Kristus yang hancur. Dia tabur
tepung, dan racun itu hilang.
Kalau
ada racun dalam keluarga, dalam gereja, jangan langsung buang kuali dan
bubarkan semuanya. Bawa tepung - bawa Kristus dan firman-Nya - taburkan, maka
yang beracun akan dipulihkan.
Kisah 20 Roti - Ayat 42-44:
Seorang bawa 20 roti jelai - roti kasar orang miskin, roti pertama dari panen.
Elisa berkata: "Berikan kepada orang-orang ini supaya mereka makan."
Pelayannya protes: "Mana cukup untuk 100 orang?"
Bukankah
ini persis seperti Filipus berkata kepada Yesus: "Roti 200 dinar tidak
akan cukup" - Yohanes 6:7.
Elisa
berkata: "Berikan saja, sebab firman Tuhan: Orang akan makan, bahkan akan
ada sisanya."
Dan
mereka makan dan ada sisanya!
Ini
mukjizat kelipatan berkat. Prinsipnya: Apa yang sedikit di tangan manusia,
ketika diserahkan dalam ketaatan kepada firman Tuhan, menjadi berlimpah.
Allah
yang Memberkati tidak menunggu kita berkelimpahan baru bisa memberi. Dia
memberkati justru saat kita taat memberi dari kekurangan.
PENUTUP
- 2 Menit
Jadi,
lihatlah 3 karya Allah ini:
1.
Bagi yang
kekurangan: Dia Memelihara. Siapkan
bejana kosong imanmu.
2.
Bagi yang menghadapi
kematian: Dia Menghidupkan.
Katakan Shalom dan bawa matimu kepada Yesus.
3.
Bagi yang merasa
terbatas: Dia Memberkati. Berikan
apa yang ada padamu, dan lihat sisa berkat.
Semua
melalui satu kunci: Iman dan
Ketaatan. Janda itu
taat meminjam, perempuan Sunem taat berjalan ke Karmel, murid-murid taat
menabur tepung dan membagi roti.
Hari
ini, bejana apa yang Tuhan suruh kamu pinjam? Karmel mana yang harus kamu tuju?
Mari
kita berdoa.
Doa Altar Call:
"Tuhan, hari ini kami bawa bejana kosong kami, kami bawa kematian kami,
kami bawa roti kami yang sedikit. Kami percaya Engkau Allah yang sama yang
memelihara janda, menghidupkan anak, dan memberkati 100 orang. Lakukanlah di
hidup kami. Dalam nama Yesus, Amin."
IMAN: Kunci Mengalami Pemeliharaan Allah di 2 Raja-raja 4
I - ISI BEJANA KOSONG -
Iman yang Bertindak Meski Tak Masuk Akal
M -
MEMBANGUN KAMAR ATAS - Memberi Tanpa Pamrih Mendahului Mukjizat
A -
ALLAH BUKAN JIMAT - Andalkan Pribadi Allah, Bukan Simbolnya
N -
NIKMATI SISA BERKAT - Niat Memberi dari Kekurangan Mendatangkan Kelimpahan
Mari
kita bongkar satu-satu:
I - ISI BEJANA KOSONG - Ayat 1-7
"Pergilah, mintalah
bejana-bejana dari luar... jangan sedikit." - Ayat 3
I
= Isi Wadah
Iman.
Janda
itu hanya punya 1 buli-buli minyak. Secara logika, pinjam bejana banyak-banyak
itu memalukan. Tapi iman sejati selalu terlihat bodoh sebelum terlihat
berkuasa.
Tuhan
berkata: Luasnya mukjizatmu ditentukan luasnya wadah yang kau siapkan. Minyak
berhenti bukan karena sumber habis, tapi karena bejana habis.
Poin Khotbah: Jangan
doa minta diberkati kalau tidak siap wadahnya. Wadah itu adalah ketaatan,
waktu, pelayanan, kemurahan hati. Allah memelihara, tapi Ia butuh imanmu yang
bertindak.
M - MEMBANGUN KAMAR ATAS - Ayat 8-17
"Sudahkah kami
bicarakan... dibuatnyalah sebuah kamar atas." - Ayat 10
M
= Memberi
Tempat Bagi Tuhan.
Perempuan
Sunem kaya, terpandang, tidak butuh apa-apa. Tapi dia peka: "Ini abdi
Allah yang kudus." Dia tidak memberi sisa, dia bangun kamar khusus: tempat
tidur, meja, kursi, pelita. Dia memberi yang terbaik.
Dia
tidak minta anak. Tapi Allah yang melihat ketulusan itu memberi apa yang bahkan
tidak berani dia minta - seorang anak.
Poin Khotbah: Mukjizat
terbesar sering datang bukan saat kita meminta, tapi saat kita memberi tempat
bagi Tuhan di rumah, waktu, dan keuangan kita. Orang yang membangun kamar atas untuk
Tuhan, Tuhan yang akan membangun masa depannya.
A - ALLAH BUKAN JIMAT - Ayat 18-37 & 38-41
"Bentangkanlah
tongkatku... tetapi tidak ada suara." - Ayat 29,31
A
= Andalkan
Kuasa-Nya, Bukan Benda.
Ini
bagian paling dalam. Anak Sunem mati. Elisa suruh Gehazi bawa tongkatnya.
Gehazi lari, letakkan tongkat di atas anak, tapi tidak terjadi apa-apa.
Kenapa?
Karena kuasa bukan di tongkat, jubah, minyak urapan, atau KKR. Kuasa ada pada
Pribadi Allah sendiri.
Begitu
juga sup beracun. Murid-murid panik "Maut dalam kuali!". Elisa tidak
buang kuali, dia tabur tepung - lambang firman yang murni. Yang menetralkan
racun bukan tepungnya, tapi Tuhan di balik ketaatan itu.
Perempuan
Sunem juga mengerti ini. Dia tidak puas dengan Gehazi, dia bilang "Demi
hidupmu, aku tidak akan meninggalkan engkau." Dia mau Elisa sendiri.
Poin Khotbah: Banyak
orang Kristen hari ini cari tongkat Gehazi - cari simbol, bukan Sumbernya. Kita
cari minyak, kain, air, tapi tidak cari Tuhan. Iman yang dewasa berkata: Aku
butuh Tuhan-Nya, bukan hanya berkat-Nya.
Kebangkitan
hanya terjadi ketika Elisa sendiri merebahkan diri: mulut ke mulut, mata ke
mata - seperti Kristus yang menyamakan diri-Nya dengan kematian kita agar kita
hidup.
N - NIKMATI SISA BERKAT - Ayat 42-44
"Orang akan makan, bahkan
akan ada sisanya." - Ayat 43
N
= Niat
Memberi Kecil yang Menghasilkan Sisa.
20
roti jelai - roti orang miskin - untuk 100 orang. Secara matematika tidak
cukup. Pelayan Elisa protes. Tapi Elisa taat pada firman: "Berikan!"
Hasilnya?
Mereka makan dan ada SISANYA. Kata Ibrani v'hoter - sisa yang melimpah.
Ini
adalah bayangan dari Yesus memberi makan 5.000 orang. Prinsip Kerajaan Surga:
Apa yang sedikit di tanganmu, kalau diserahkan dalam ketaatan, akan menjadi
berkat yang bersisa.
Poin Khotbah: Jangan
menunggu berkelimpahan baru memberi. Beri dari kekuranganmu. Janda memberi
bejana terakhirnya, perempuan Sunem memberi kamarnya, anak muda itu memberi 20
rotinya. Allah yang memberkati adalah Allah yang membuat ada sisa.
Cara
Pakai untuk Penutup Altar Call:
Hari ini, di mana IMAN-mu?
Apakah bejana I-mu masih kosong dan belum kau pinjam?
Apakah M-kamar atasmu sudah kau bangun untuk Tuhan?
Apakah kau masih mengandalkan tongkat - A-jimat
- dan bukan Tuhan?
Apakah kau berani memberi hingga ada sisa - N?
Allah yang Memelihara Janda, Menghidupkan Anak, dan Memberkati
100 Orang adalah Allah yang sama yang ada di Baumata hari ini. Yang Dia cari
hanya satu: IMAN yang taat.
